Situs Keraton Kaprabonan Cirebon
Keraton Kaprabonan sendiri di ambil dari pangeran kaprabonan dan adalah salah satu keturunan Prabu Siliwangi Raja Pakuan Pajajaran (Abad XV). Keraton Kaprabonan mulai berdiri pada tahun 1696 M yang dipimpin oleh Pangeran Raja Adipati Kaprabon dengan cita-citanya mengembangkan agama Islam sesuai perjuangan para Waliyullah terdahulu, terutama karuhunnya Sunan Gunung Jati.
Pada saat itu gejolak politik
pemerintahan Belanda semakin memanas, dan perlawanan-perlawanan terhadap
kolonial Belanda pun masih terus berjalan, sehingga Pangeran Raja
Adipati Kaprabon ingin menjauhkan diri dari situasi tersebut dan selalu
mengkhususkan diri (Mandita) dalam mengembangkan agama Islam kepada para
murid-muridnya, beliau tetap mendukung perjuangan adiknya untuk
mengusir kolonial Belanda walaupun tidak sampai berhasil karena pada
saat itu kekuatan kolonial Belanda semakin besar dengan telah
dibentuknya Pemerintahan Residen Belanda yang dipimpin oleh Delamoor.
Kepemimpinan tersebut mempunyai pengaruh yang sangat kuat dengan politik
pendekatan persuasif dengan Kesultanan dan para tokoh masyarakat pada
saat itu.
Pangeran Raja Adipati Kaprabon tetap
memegang komitmen melaksanakan amanat dari Gusti Susuhunan Jati Syech
Syarief Hidayatullah, yaitu “Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin”.
Maka dengan demikian beliau tetap tekun memperdalam agama dan
menyebarkannya kepada para muridnya di sekitar wilayah Cirebon, bahkan
banyak dari luar wilayah Cirebon yang berdatangan untuk menjadi
muridnya, seperti dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pangeran Raja
Adipati Kaprabon pada waktu diangkat menjadi Sultan Pandita Agama Islam
Tareqat beliau telah diwarisi sebilah keris pusaka yang bernama Ki
Jimat oleh Sultan Kanoman Pangeran Muhammad Badrudin dan beberapa kitab
keagamaan maupun kitab pusaka dan sejarah yang sampai sekarang masih ada
dan berjumlah sekitar 100 kitab dan tersebar di 4 paguron.
Keris Ki Jimat di dalamnya terukir
dengan guratan emas dan tertulis Arab yang bermakna kalimat Tauhid dan
keselamatan dunia akhirat. Setelah pesatnya perkembangan kemurdan
keagamaan, 11 tahun kemudian Pangeran Raja Adipati Kaprabon pada tahun
1707 M mendirikan Langgar atau Tajug untuk tempat belajar ngaji dan
agama agar proses belajar tersebut dapat berjalan dengan lancar dan
baik, yang akhirnya juga dapat dijadikan tempat untuk pertemuan menyusun
perjuangan melawan Belanda pada waktu itu.
Dalam setiap perjuangannya untuk
mengadakan pelawatan ke daerah-daerah lain, P.R.A. Kaprabon menggunakan
kereta berkuda yang dikawal oleh beberapa abdi dalemnya. Dengan
kelincahan dan kepandaiannya dengan dalih agama, beliau tidak pernah
ditangkap oleh tentara Belanda pada waktu itu, dan penyebaran agamanya
pun cukup berhasil sampai ke pelosok-pelosok.
Lokasi keraton kaprabonan sendiri terletak di Jl. Lemah Wungkuk, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 45111. Berdasarkan semua sumber
Lokasi keraton kaprabonan sendiri terletak di Jl. Lemah Wungkuk, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 45111. Berdasarkan semua sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar